Layanan internet dan jaringan telepon dilaporkan mengalami gangguan luas di berbagai wilayah Iran pada Kamis, 8 Januari. Gangguan tersebut menyebabkan aktivitas komunikasi digital masyarakat terhambat, termasuk akses internet seluler maupun layanan panggilan suara.
Sejumlah laporan dari warga dan pemantau jaringan internasional menyebutkan bahwa koneksi internet melambat drastis hingga tidak dapat diakses sama sekali di beberapa kota besar. Gangguan juga dilaporkan berdampak pada layanan pesan instan dan media sosial yang biasa digunakan masyarakat Iran untuk berkomunikasi.
Hingga kini, otoritas setempat belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab lumpuhnya jaringan tersebut. Namun, kondisi ini memicu spekulasi publik, mengingat Iran memiliki riwayat pembatasan internet dalam situasi tertentu, termasuk saat terjadi ketegangan politik atau isu keamanan nasional.
Lembaga pemantau lalu lintas internet global mencatat adanya penurunan signifikan aktivitas data dari Iran sejak gangguan terjadi. Penurunan ini mengindikasikan terputusnya konektivitas secara luas, baik pada jaringan tetap maupun seluler.
Gangguan jaringan tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan layanan publik. Sejumlah pelaku usaha digital mengeluhkan terhambatnya transaksi daring, sementara masyarakat kesulitan mengakses layanan berbasis internet, termasuk perbankan dan transportasi.
Beberapa pengguna melaporkan bahwa jaringan telepon seluler juga tidak berfungsi optimal. Panggilan suara mengalami kegagalan, sementara pesan singkat terkirim dengan sangat lambat atau tidak sampai sama sekali.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas layanan komunikasi di Iran. Sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk segera memberikan klarifikasi dan memulihkan jaringan agar aktivitas publik dapat kembali berjalan normal.
Sampai berita ini diturunkan, gangguan internet dan jaringan telepon masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, dengan tingkat pemulihan yang bervariasi.







